Feeds:
Tulisan
Komentar

Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Sumsel menggelar aksi, hari ini Rabu (27/01/2010) yang dimulai dikawasan RSMH menuju Bundaran Air Mancur Palembang. Aksi damai yang diikuti oleh puluhan orang ini menyikapi skandal Bank Century.

Sepanjang jalan menuju Air mancur mereka berjalan kaki dan meneriakkan “demokrasi…demokrasi..demokrasi pasti mati”. Para aksi membawa sejumlah banner yang bertuliskan “Tinggalkan Neo Liberalisme, Ganti Sistem Korupsi Dengan Penguasa Yang Taat Pada Allah Amanah dan Bersih, Ganti Sistem Kapitalisme Dengan Sistem Islam”.

Aksi ini juga menyuguhkan teaterikal singkat yang menggambarkan penindasan penguasa terhadap rakyat kecil, mereka membawa sebuah keranda berwarna putih. “Keranda sebagai simbol dari situasi sistem saat ini dan juga rakyat Indonesia yang semakin hari semakin sengsara,” kata Ketua BKLDK Rizal Fahmi.

Dalam aksi ini mereka menyatakan bahwa Perubahan basis konsep ketatanegaraan merupakan satu hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, Pilihan waras yang kami serukan kepada seluruh komponen rakyat negeri ini adalah segera beralih kepada pola ketatanegaraan Islam dengan penerapan syariah dan khilafah. Umat harus segera sadar bahwa mereka adalah umat terbaik yang pernah ada dan pemimpin dunia.

“Penguasa sekarang justru semakin menyengsarakan dan membunuhi masyarakatnya sendiri,” ujar Rizal kepada wartawan ditengah berlangsungnya aksi. “Sistem dan rezim mesti diganti. Kami menawarkan syariat Islam sebagai solusi memcahkan berbagai masalah,” tambah Rizal.

Menurut Rizal, aksi hari ini bukan aksi pendahuluan untuk aksi 28 Januari besok. Justru besok tidak turun aksi bersama dengan elemen lain. “Besok itu isunya parsial yang hanya mengkritisi pemerintahan sekarang. Aksi sekarang lebih menyeluruh karena meminta ganti sistem dan juga rezim,” kata Rizal. sumber:berita musi.com

Aksi Skandal Bank Century

Rezim korup rezim korup pasti mati, Sistem korup sistem korup  biang keladi

Syariah syariah psati tegak kembali, Khilafah khilafah janji Alloh yang Pasti

Petikan diatas yel –yel yang diteriakkan para mahasiswa yang tergabung dalam Gema Pembebasan Wilayah Sumsel waktu aksi skandal century, sinyal runtuhnya kapitalis, saatnya teggakan syariah dan khilafah pada hari minggu taggal 13 desember 2009. Aksi yang dikomandoi oleh Nurkholish ini berjalan damai, start dari samping Rumah sakit Muhammad Husein menuju Bundaran Air Mancur kota Palembang. Dalam perjalanan Aksi para peserta disemangati oleh  Zuhandri selaku korlap dengan mengungkapkan betapa bobroknya sistem kapiltalisme yang dijalankan bangsa Indonesia saat ini, kasus century ini adalah bukti nyata untuk kesekian kalinya bahwa sistem sekuluer dan rezim korup ini tidak dapat dipercaya,korlappun mengajak masyarakat kota Palembang untuk bersegera meninggalkan system dan rezim korup ini. Sebagai gantinya adalah system yang mendapatkan garansi dari Alloh yaitu system Islam dengan pemerintahan yang amanah (khilafah).

Akhirnya aksipun berhenti di Bundaran Air Mancur, orator –orator pun menguraikan fakta –fakta century dan fakta bobroknya system sekuler, sampailah pada pernyataan sikap Gema P Wil. Sumsel yang disampaikan langsung oleh Akhi Rizal selaku ketua Gema Pembebasan Wilayah Sumsel, mengenai skandal century ini ada 4 hal yang disampaikannnya,yaitu:

  1. Pengucuran dana talangan yang beitu besar jumlahnya kepada Bank Century yang dilakukan melalui mekanisme yang tidak wajar jelas merupakan sebuah kejahatan Negara yang dilakukan oleh pejabat Negara demi keuntungan sekumpulan orang termasuk kepentingan politik tertentu. Adanya perampokan uang negara melalui mekanisme bailout adalah korupsi paling jahat harus diusut tuntas dan pelakunya harus dihukum setimpal.
  2. Dari segi paradigma ekonomi, pemberian bail out kepada sektor swasta ini merupakan resep standar ala wasington consensus yang menjadi rumus standar IMF dalam menyelesaikan permasalahan modal swasta, yaitu Negara harus menanggung beban pembiayaan dan permodalan bagi sector swasta yang bangkrut. Inilah yang menyebabkan system ekonomi kapitalisme terus dipertahankan oleh para pemilik modal dan penguasa, karena sangat menguntungkan mereka agar dapat terus hidup mewah melalui uang hasil rampokan perbankan yang sekarat.
  3. Skandal Bank Century adalah bukti bobroknya sistem perbankan nasional yang berbasis ribawi dan birokrat berjiwa korup yang didasari sistem ekonomi kapitalistik, oleh karena itu GEMA PEMBEBASAN Wil. Sumsel menawarkan solusi yang nyata yaitu membangun system ekonomi yang adil yang bersumber dari Dzat yang Maha Adil, yaitu SISTEM EKONOMI SYARIAH.
  4. Skandal ini juga menjadi momentum pembuktian, bahwa sistem sekuler dan rezim korup yang tengah berkuasa memang tidak bisa dipercaya, sebagai gantinya GEMA PEMBEBASAN Wil. SUMSEL menawarkan solusi nyata yaitu menegakkan SISTEM ISLAM yang diterapkan secara kaffah oleh seorang KHALIFAH. Dengan cara ini Indonesia akan benar –benar bersih dari rezim korup dan juga dari system yang korup.



IKMS BUBAR ?

Ikms unsri hari ni adakan buka bareng untuk mahasiswa lubuk linggau dan musirawas yang kuliah di UNSRI, acaranya akan digelar sore ini dimulai jam4 sore sampai dengan selesai.

acara bertempat disalah satu anggota IKMS UNSRI yang bernama SANDY di lorong MERANTI, INDERALAYA, OI, SUMSEL (FH 07). Acara ini akan dihadiri juga oleh Ketua Panwaslu, yaitu Kak Sarono dan juga dosen FISIP Pak Sofyan. Kak Sarono mengatakan beliau sangat mendukung adanya IKMS ini karena dengan adanya IKMS setidaknya mahasiswa dari Lubuk Linggau dan Musi Rawas bisa menyalurkan bakat dan kreatifitas demi kemajuan Lubuk LInggau dan Musi Rawas.

Informasi ini juga bisa dibuka di situs IKMS, http://www.ikms.llgmura.name

Gak terasa bulan romadhon sudah hamper setengah bulan kita lalui, banyak hal yang berubah dari bulan romadhon dari tahun ke tahun. Banyaknya hal –hal yang menarik yang salah satunya buka bareng.
Buka bareng merupakan hal yang biasa yang dilakukan oleh adik-adik SMU atapun temen –temen yang kuliah dengan ngadain buka di mall-mall ataupun ngadain ditempat salah satu temennya. Dengan berbagai macam makanan yang ada. Tapi hal ini menurut saya belumlah hal yang menarik, ada hal yang lebih menarik yaitu berbuka dimasjid agung.
Sore hari jam 5 sore aku dan temanku tancap gas untuk mencoba berbuka di masjid Agung. Jam setengah6 kami sudah sampai di masjid Agung. Seperti biasa yang namanya masjid Agung rame dipadati oleh jamaah apalagi bulan puasa. Sudah sampai diteras masjid kamipun mendekat di tempat petugas masjid agung yang membagikan buka puasa. Tidakku duga banyak sekali orang –orang yang mengantri bahkan rebutan untuk mengambil makanan buka puasa terjadilah dorong-dorongan yang cukup hebat ketika dibagikan tidak kalah dengan demonya masa SOHE dengan polisi ketika mereka mencoba merangsek kedalam KPU, ada yang saling ejek ada yang sampai makanan tersebut jatuh akibat rebutan dari salah satu tangan dengan tangan lainnya.
Disaat keramaian tersebut hati kecikupun bicara sedih rasanya ingin meneteskan air mata tapi bukan sedih karena gak dapet nasi lho hehe, sedih karena ternyata kondisi Negara kita khususnya di Sumsel banyak yang masih hidup dibawah garis kemiskinan, mohon map ya abang becak. Dari hal yang terkecil inilah pemerintah memperhatikan rakyatnya. Mari pak GUb turun kebawah seperti yang pernah dilakukan dengan Khalifah Umar Bin Khatab turun sendiri kebawah melihat rakyatnya ketika itu Umar turun kebawah dan melihat ibu-ibu lagi menggoreng tapi ternyata ketika dilihat ibu itu bukan menggoreng ayam, ikan atapun apa gitu tapi yang digoreng batu agar anak-anak dari ibu tersebut tidak menangis lagi mendengar ibunya lagi menggoreng hal ini dilakukan sebab anak-anaknya belum makan, melihat hal tersebut Umarpun langsung bergerak kebaitumal dam memberikan infaqnya kepada ibu tersebut, hal yang seperti inilah dibutuhkan masyarakat sekarang hal konkrit dan hal ini dapat terwujud ketika Syariah itu diterapkan dan Khilafahpun ditegakkan, Wollohualam bissowab.

Tepat rasanya ungkapan beberapa kalangan bahwa ?reformasi telah mati?. Reformasi tinggal slogan tanpa kekuatan. Itulah sekian banyak permasalahan yang terjadi di era reformasi ini. Meski demikian para pelaku reformasi 1998 mengatakan bahwa reformasi sedang berjalan menuju ke arah yang lebih baik. Setidaknya mereka masih akan berkilah jika diperhadapkan dengan kegagalan reformasi, bahwa bangsa Indonesia memang masih pada tahap transisi dari rezim dictator menuju demokrasi. Beberapa agenda reformasi telah berhasil dijalankan misalnya saja amandemen konstitusi, pencabutan dwifungsi TNI/POLRI ataupun juga pemberian otonomi daerah seluas?luasnya. Meskipun kata mereka beberapa agenda seperti pengadilan mantan Presiden Soeharto, pemberantasan KKN serta penegakan supremasi hukum belum berhasil dengan baik. Tetapi secara umum mereka menilai bahwa reformasi tidak gagal tetapi sedang menuju kepada perbaikan yang lebih baik.
Akar Kegagalan Reformasi Kegagalan reformasi sepantasnya mendapat perhatian serius dan analisis yang mendalam. Pertanyaan yang patut diajukan, mengapa gerakan kaum intelektual muda seperti mahasiswa ini seolah belum menemukan pola baku dalam melawan segala tirani dan ketidakadilan para penguasa, yang semakin hari semakin tidak lagi memihak kepada rakyat? Ada tiga hal pokok penyebab gagalnya gerakan mahasiswa. Pertama, tidak menyentuh akar permasalahan, sehingga kurang tepatnya perumusan solusi krisis bangsa. Para aktivis gerakan perubahan, termasuk gerakan mahasiswa sebagai garda terdepan, menilai akar masalah dari segala krisis bangsa adalah kesalahan dari aparat pemerintah, antara lain penegakan hukum yang lemah, budaya KKN dan belum berjalannya demokratisasi. Sehingga mereka menyerukan tegakkan supremasi hukum, bersihkan aparat pemerintah dari KKN dan gencarkan demokratisasi. Begitu juga dalam permasalahan BHMN/BHP, mereka hanya sebatas berteriak-teriak ?tolak BHMN/BHP. permasalahan kebobrokan ekonomi dengan seruan turunkan harga kebutuhan pokok. Jadi jelaslah mengapa perjuangan tidak kunjung membuahkan hasil yang baik, karena ide-ide itu masih umum dan tidak menyentuh akar permasalahan yang ada. Dari sini, dimunculkan solusi dengan enam visi reformasi dalam menuntaskan masalah tadi. Jika ditelusuri lebih mendalam, hal tadi bukanlah rumusan yang tepat sebagai solusi. Kedua, ide yang tidak jelas. Pengadopsian sebuah ide atau pemikiran gerakan menjadi unsur yang penting bagi gerakan mahasiswa sebagai nilai perjuangan nantinya. Ide atau pemikiran itu haruslah ide dan pemikiran yang benar, jelas dan terukur. Dalam artian telah melalui proses studi kelayakan dan disimpulkan apakah baik untuk diadopsi. Ternyata prinsip ini dilupakan oleh gerakan mahasiswa selama ini. Lemahnya daya pikir politis mahasiswa juga membawa arah perjuangan mereka tidak menentu. Berbagai aksi yang yang dilakukan hanya sekedar respon yang spontanitas (reaksioner) tentang berbagai isu yang sedang populer di masyarakat. Dan tidak heran jika kemudian gerakan mahasiswa ini sering dimanfaatkan sebagai alat permainan isu dan manajemen konflik oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Ketiga, tidak ideologis. Sebenarnya mahasiswa selama ini belum memahami betul akan pentingnya sebuah gerakan yang berlandaskan ideologi, sehingga mereka terbiasa akan gerakan-gerakan yang ada saat ini, bahkan mereka mengikuti format-format gerakan tersebut dalam aktivitasnya meskipun mereka tidak merasakan kepuasan sebab gerakan tersebut tidak mampu berkarya dalam menyelesaikan masalah. Mereka yang mengusung gerakan yang tidak ideologis, akan terombang ambing ketika ditengah perjuangannya berbenturan dengan berbagai masalah yang sebelumnya tidak pernah dijumpai. Berbenturan dengan ketidakpercayaan diri dalam menghadapi realitas yang ada. ataupun berbenturan dengan mayoritas suara yang menyesatkan. Sehingga dapat kita saksikan, ide-ide yang diusung oleh sebagian gerakan mahasiswa lebih bersifat megikuti tren yang ada, ketika diteriakkan reformasi sebagai solusi bangsa ini maka mahasiswapun meneriakkan hal yang sama. Begitu juga ketika diberikan konsep demokrasi sebagai sebuah system yang adil maka mahasiswa pun ikut memperjuangkannya, tanpa mencermati apakah konsep-konsep yang ditawarkan tersebut layak untuk diperjuangkan. Akibatnya arah perjuangan merekapun tidak menentu.
Hal ini sangatlah berbeda dengan Gerakan yang berbasis sebuah ideology. mereka akan menemukan arah perjuangan yang jelas, sebab idelogi tersebut akan menuntun mereka dalam melahirkan berbagai solusi atas persoalan yang ada. Rekonstruksi Paradigma Gerakan Ketika masyarakat sadar bahwa ada suatu kondisi yang lebih baik dari semula maka keinginan untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik tersebut menjadi suatau keniscayaan. Berbagai cara dilakukan untuk mewujudkan perubahan tersebut. Bermunculanlah beberapa tokoh perubahan yang menyebut dirinya reformis. Mereka melakukan perubahan dalam tatanan masyarakat tanpa merubah sistem yang ada, hanya memperbaiki kelemahan sistem tersebut. Disisi lain ada pula sebagian kelompok yang hendak melakukan perubahan secara sistematis dan sekaligus merubah tatanan sistem yang ada. Inilah kaum revolusioner yang ingin melakukan perubahan yang menyeluruh.
Kaum reformis manganggap kaum revolusioner hanya akan memakan banyak korban dalam melakukan perubahan. Sedangkan kaum revolusioner berkeyakinan bahwa kaum reformis hanyalah membuang-buang waktu. Bahkan jika dulu para pejuang kemerdekaan kita hanya melakukan reformasi maka tidak mungkin kita akan lepas dari penjajahan mencapai kemerdekaan seperti sekarang. Apabila kita hendak menentukan arah perubahan yang akan di perjuangkan apakah perubahan barsifat reformasi atau revolusi, maka tidaknya ada dua hal yang harus kita perhatikan yaitu : Harus melakukan kajian seksama atas objek yang akan dirubah, Suatu penilaian atau evaluasi, mau tak mau, mengharuskan adanya pegangan sudut pandang tertentu yang khas yaitu dengan kacamata ideology yang benar. Ketika memandang suatu objek permasalahan yaitu bangsa Indonesia ini, hendaknya kita bukan hanya sibuk dengan akibat yang ditimbulkan oleh permasalahan tadi, tetapi mestilah dicarikan penyebab/akar masalah mengapa akibat ini bisa muncul. Dan kaitannya dengan kondisi Indonesia pasca reformasi yang terbukti telah gagal dan tidak mampu menyelesaikan persoalan negeri ini. sebab perubahan yang diusung adalah reformasi yaitu hanya sekedar pergantian dari satu pemimpin ke pemimpin lainnya. Maka seharusnya perubahan yang dilakukan adalah secara mendasar (revolusi) berupa mengganti semua sistem aturan dan beralih ke sistem yang baru dan diikuti dengan pergantian pemimpin dengan yang amanah. Dalam hal ini kita perlu memiliki satu pegangan atau titik referensi terlebih dahulu yang akan dijadikan sebagai alat untuk mengevaluasi kinerja yang ada saat ini. mengingat sudut pandang yang digunakan para reformis tidak mampu melihat akar permasalahan rakyat yang sedemikian banyaknya. maka satu pegangan atau titik referensi yang ditawarkan adalah harus memakai kacamata yang lain yang lebih baik. Reformasi telah gagal semenjak kemunculannya, Sebab poin yang diagendakan dalam reformasi tersebut bukanlah poin yang mengakar bagi permasalahan rakyat saat ini. Maka sudah seharusnya kita menolak keadaan yang terjadi pada masa orde lama, orde baru, ataupun juga masa reformasi saat ini. Sebab apa yang harus menjadi gambaran kita adalah penyelesaian yang menyeluruh dari semua permasalahan yang sedang dihadapi. Oleh karena itu Reformasi hanyalah suatu bentuk yang jika diibaratkan ?perpindahan dari kandang macan ke kandang harimau?. Kedua-duanya sama ganasnya dan sama pemakan dagingnya. Salah satu kesalahan fundamental dari gerakan reformasi ini adalah tidak digantinya sistem sekaligus orang?orang yang memegang pemerintahan seluruhnya. Pada masa itu yang terjadi adalah sebuah gerakan massa besar?besaran yang bertujuan untuk menggulingkan penguasa yang sah saat itu yaitu Soeharto. Terkumpulnya massa dalam jumlah besar itu hanyalah sekedar massa yang banyak saja. Keinginan mereka hanyalah turunnya Soeharto dan berharap akan terjadi suatu perubahan yang lebih baik. Massa yang sangat banyak tersebut cenderung hanya berkumpul semata tanpa adanya gagasan ataupun konsep perubahan yang jelas. Mereka hanyalah sekedar menginginkan perubahan tanpa tahu perubahan seperti apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dilakukan untuk melakukan perubahan tersebut. Melihat itu semua maka penulis menawarkan suatu solusi dan gagasan yang jelas yaitu ideology Islam. karena melihat bahwa akar permasalahan dari sekian banyak permasalahan yang ada adalah tidak diterapkannya Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Islam hanya ditempatkan pada wilayah privat (sekularisme). Bukankah Allah swt telah menyatakan : ?Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta?.QS. Thaaha : 124. Syariat Islam datang dalam rangka memecahkan masalah bagi kemaslahatan semua elemen masyarakat. ketika Islam menetapkan sebuah sistem ekonomi yang berlandaskan pada prinsip syariat, maka sistem itu adalah untuk seluruh masyarakat tanpa memandang muslim ataupun non muslim. Ketika ekonomi secara umum gonjang-ganjing sejak Indonesia mengalami krisis, lembaga keuangan syari?at menunjukkan ketegarannya. Atau ketentuan syariat Islam dalam banyak hadits bahwa komoditas milik umum seperti minyak, hutan, gas alam, emas dan barang mineral lain adalah milik umum yang karenanya harus dikelola oleh negara. Hasilnya, diberikan kepada seluruh rakyat baik langsung maupun tidak langsung melalui pendidikan dan kesehatan murah bahkan gratis akan membuat rakyat merasakan manfaat dari kekayaan sumberdaya alam yang dimilikinya. Begitu juga, syariat Islam menetapkan adanya pendidikan bermutu yang tegak berdasarkan paradigma Islam dimana pendidikan diorientasikan pada pembentukan kepribadian, penguasaan tsaqofah Islam dan penguasaan sains dan teknologi, diselenggarakan gratis atau biaya murah, semua itu dinikmati oleh setiap warga negara, muslim dan non muslim (Al Baghdady, 1996). Sebaliknya, sistem pendidikan sekuler yang amburadul, mahal dan arah yang berganti-ganti saat ini menghasilkan sosok manusia yang diragukan kualitasnya terlihat dari maraknya perkelahian pelajar, seks bebas dan penyalahgunaan narkoba. Siapa yang merasa aman dalam dunia pendidikan seperti ini? Sementara, kemampuan sistem Islam menjaga keamanan, jiwa, harta dan kehormatan melalui penerapan (?uqûbat) Islam dimana para pelaku pelacuran, perampokan termasuk koruptor, pezina, peminum-minuman keras, pembunuh dihukum setimpal (Abdurrahman Maliky, 1990). Hal ini akan membuat kriminalitas menurun dan segala penyakit sosial turun drastis atau dapat ditekan serendah mungkin. Sudah seharusnya gerakan mahasiswa yang ada saat ini berjuang untuk mensosialisasikan solusi Islam ini dan mengkampanyekan penegakan syariah di negeri ini, melalui suatu momentum Revolusi. Kami yakin bahwa para pejuang Reformasi akan kehabisan tenaga dalam memperjuangkan misinya tersebut. Sebab, solusi yang diperjuangkan oleh mereka itu bukan menyentuh akar masalah dari problematika umat. Mereka akan kelelahan karena ibaratnya sibuk membersihkan air yang jatuh ke lantai dari atap yang bocor tanpa pernah memperbaiki atap yang bocor tersebut. Oleh karena itu Mengapa kita takut lagi mengatakan bahwa system sekarang sudah bertolak belakang dengan Islam. Mengapa kita takut mengatakan bahwa hanya satu aturan Islamlah yang benar. Bukankah kita semua tahu sendiri bahwa kebobrokan kehidupan saat ini karena tidak diterapkannya system Islam secara Kaffah. Malah kita terjebak dalam roda pergerakan system Kapitalis-demokrasi saat ini, bukankah Allah telah mengingatkan kita : ?Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya? (TQS. Al A?raf [7] : 96).
Walhasil, Sekarang kita telah menemukan akar persoalan bangsa ini yaitu diterapkannya sekularisme dan solusi yang fundamental pun sudah kita dapatkan, yang mana dengan penerapan syariat Islam di segala bidang. jadi hanya tinggal bagaimana metode untuk memperjuangkan syari?at Islam itu agar bisa diterapkan dinegara ini. Untuk itu penulis menjelaskan tahapan yang harus dilakukan oleh gerakan mahasiswa kedepan sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah SAW dalam mambangun negara Islam di Madinah yaitu : Pertama, tahap pembinaan dan pengkaderan, yang dilaksanakan untuk membentuk kader-kader yang mempercayai pemikiran dan metode pergerakan yang akan dijalankan dalam rangka melakukan perubahan. Para kader inilah yang akan menyampaikan Islam kepada masyarakat dan mendorong mereka untuk mengemban Islam serta membentuk kesadaran atas dasar ide-ide dan hukum-hukum Islam. Disamping itu juga meluruskan kekeliruan pemahaman masyarakat terhadap Syariat Islam, kerena opini negatif yang selama ini dibangun oleh musuh-musuh Islam seperti dikatakan syariat Islam itu kejam, kuno, memecah belah bangsa, menindas non muslim dan sebagainya. Padahal Islam itu rahmat bagi seluruh alam. Bukankah Allah swt telah berfirman : ?Dan tiadalah Kami utus engkau (ya Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam? (TQS. AL Anbiya 107). Kedua, tahapan berinteraksi dengan masyarakat secara langsung dan kontinyu, pada tahapan ini yang dilakukan ialah aktivitas pergolakan pemikiran dan perjuangan politik. Pergolakan pemikiran dilakukan dalam rangka menentang kepercayaan, ideologi, aturan, dan pemikiran-pemikiran kufur yang bukan dari Islam; menentang segala bentuk akidah yang rusak, pemikiran yang keliru seperti ide demokrasi, serta persepsi yang salah dan tersesat. Caranya adalah dengan mengungkapkan kepalsuan, kekeliruan, dan pertentangannya dengan Islam; sekaligus membersihkan umat dari segala bentuk pengaruh dan bekas-bekasnya. Sebab Islam adalah agama dan ideologi yang sempurna sehingga tidak memerlukan sistem yang lain untuk mengatur negara ini. Sedangkan perjuangan politik dilakukan dalam rangka menghadapi makar negara-negara barat imperialis yang menguasai negeri ini; menghadapi segala bentuk penjajahan, baik berupa pemikiran, politik, ekonomi, maupun militer; mengungkapkan taktik dan strategi persekongkolan negara-negara barat untuk membebaskan bangsa ini dari kekuasaan dan pengaruhnya.
Perjuangan politik juga dilakukan dengan cara menentang secara terus-menerus para penguasa yang tidak memihak rakyat, mengungkapkan kejahatan mereka, mengadakan nasihat dan kritik buat mereka, sekaligus berusaha mengubah tingkah laku mereka setiap kali mereka merampas dan menghilangkan hak-hak rakyat, tidak melaksanakan kewajibannya terhadap rakyat dan melalaikan urusan rakyat. Dakwah ini juga ditujukan kepada pemilik kekuatan dan simpul-simpul umat seperti pihak militer, tokoh-tokoh masyarakat, alim ulama, cendikiawan dan lainnya. Dengan begitu, seluruh komponen masyarakat tersebut telah menjadikan Islam sebagai pemikiran mereka yang akan mendorong mereka untuk mewujudkannya dalam kehidupan. Sehingga mereka bersama-sama yang menuntut perubahan revolusi tadi, yakni revolusi putih tanpa kekerasan dan tanpa pertumpahan darah kerena berangkat dari wujud kesadaran yang sempurna. Jika telah demikian halnya siapa lagi yang akan mampu manghalangi untuk tegaknya Islam di negara ini, InsyaAllah. Ketiga, tahapan menerima penyerahan kekuasaan, yaitu pada saat masyarakat sudah mempunyai kesadaran akan kebobrokan sistem demokrasi yang diterapkan dan tidak amanahnya penguasa yang memimpin mereka selama ini, pada saat itulah masyarakat akan mempercayakan kepemimpinannya kepada gerakan yang selama ini telah menyadarkan mereka.
Ketika kekuasaan telah diperoleh dan sistemnya pun sudah diganti dengan sistem pemerintahan Islam, maka pada saat itulah syariat Islam dapat diterapkan secara menyeluruh yang akan mensejahterakan bangsa ini, insyaAllah. Oleh karena itu kedepan gerakan mahasiswa harus mengganti enam agenda reformasi 1998 yang lalu menjadi enam agenda Revolusi 2008 yaitu : Menjadikan Rasulullah SAW sebagai tauladan dalan segala aspek kehidupan. Penegakan Syariat Islam dalam kehidupan bernegara yang meliputi bidang ekonomi, social, budaya, peradilan, politik, pemerintahan, pertahanan, pendidikan dan pergaulan. Pemberantasan KKN yaitu Kapitalisme, Komunisme dan Neo-Liberalisme Sekuler beserta ide turunannya yang merupakan akar persoalan bangsa. Pembersihan para pejabat pemerintahan yang tidak amanah beserta kroni- kroninya. Ganti Sistem demokrasi yang dijalankan karena telah nyata gagal. Menegakkan Pemerintahan yang berlandaskan Islam yakni Khilafah Islam sebagai Institusi yang akan menjalankan Islam secara sempurna. khatimah Wahai mahasiswa, sudah seharusnya kita bangga akan kemajuan yang dihasilkan oleh peradaban Islam. Dan kini tampak didepan mata bahwa satu-satunya konsep hidup yang layak diterapkan adalah Islam. Apalagi sebagai seorang muslim tentu hanya Islam-lah satu-satunya konsep kehidupan harus yang kita pegang dan perjuangkan, bukan Sosialisme yang sudah tumbang dan bukan juga kapitalisme yang sudah sekarat, kerena keduanya merupakan konsep hidup buatan manusia yang justru telah terbukti menjerumuskan umat manusia ke lembah kesengsaraan. Wallahu a?lam bishowwab.
Komentarmu : Jenius (081271568316)

Politisi sejati adalah seseorang yang peduli dan akan terus berjuang untuk kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan golongan/ partainya taau yang lainnya, disini Islam memberikan pandangan dan panduan bagaimana menjadi politisi sejati. Di antaranya:

1. Perjuangannya semata-mata hanya untuk kepentingan umat dan Islam. Perlu dipahami bahwa politik sesungguhnya bukanlah mencari kekuasaan melainkan politi adalah upaya untuk mengurusi segala kebutuhan umat. Konsekwensinya, pertanggungjawabannya tidak saja kepada orang yang dipimpin, tetapi kepada ALLAH SWT. Seorang muslim idak akan sembarangan mengikrarkan diri sebagai orang yang sanggup memikul amanah politik rakyat.

2. Ideologis. Artinya semua permasalahan politik dilihat dalam sudut pandangan Islam. Bagaimana Islam sebenarnya ‘menghukumi’ permasalahan tersebut. Apakah halal atau haram? Jika sudah dinyatakan haram oleh syariah maka tidak bisa ‘dimusyawarahkan’ lagi. Sesuatu tersebut harus dilarang: sebagaimana kasus liberalisasi dan privatisasi barang tambang dan kepemilikan public lainnya. Islam memandang bahwa liberalisasi dan privatisasi sector public haram untuk dilakukan, sebagaimana sabda Rasulullah saw. (yang artinya): manusia berserikat terhadap tiga hal, air, padang rumput dan api. Harganya adalah haram. (HR Ahmad) . oleh karenanya jika ada pihak-pihak yang akan memprivatisasi, termasuk Pemerintah sekalipun, maka harus ditentang habis. Inilah yang disebut dengan ideologis. Semua didasarkan kepada Islam bukan pada ideology yang lain.

3. Politisi sejati harus menyadari bahwa ia adalah bagian dari umat. Upaya untuk mencapai kehidupan yang makmur dan sejahtera ini harus dipahami sebagai tujuan bersama . menjadi tugas para politisi untuk menumbuhkan kesadaran itu didalam diri masyarakat sehingga terbentuk hubungan timbale balik yang nyata dalam bentuk control masyarakat terhadap pemerintah. Poltisi sejati haruslah orang yang peka dengan keadaan masyarakatnya sekaligus kapabel dalam bidangnya sehingga ia solutif terhadap persoalan yang terjadi. Hal ini tidak bisa diraih kecuali dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan tsaqafah Islam yang mendalam serta kesediannya terjun kemasyarakat setiap saat.

Dengan ketiganya diterapkan bagi politisi dinegara kita maka tidak akan ada lagi kasus –kasus yang menempa para politisi dan juga tidak ada lagi para politisi yang membuat produk undang-undang yang tidak berpihak kepada rakyat.

DPR UNDERCOUVER

Pendahuluan

Dalam minggu- minggu ini kita dikagetkan dengan adanya penangkapan seorang anggota DRR oleh KPK yang tertangkap tangan menerima dana sebesar USD 66 ribu dan EUR 5500 di money changer Playa Senayan dari Dedi Suwarno Dirut PT Bina Mina Karya Perkasa (PT BMKP) atas proyek pengadaan kapal patroli milik dinas perhubungan. Hal ini sangatlah mengejutkan bagi kita karena yang terjerat kasus adalah seorang anggota DPR yang seharusnya memberikan contoh yang baik bagi masyarakat. Hal ini tidaklah pertama kali terjadi, tercatat sudah ada 6 anggota dewan yang terjerat kasus korupsi. Selain itu juga banyak kasus –kasus yang terjadi pada para anggota DPR kita mulai dari kasus perselingkuhan ataupun ada juga kasus video porno para anggota DPR kita. Mungkin hal ini dapat kita katakan dengan DPR Undercouver.

Kenapa kita katakan DPR Undercouver?

Kenapa kita katakan DPR Undercouver karena dengan banyaknya kasus yang terjadi pada anggota DPR, sudah tidak becus dalam membuat undang-undang dan kurang controlling terhadap pemerintah contohnya diamnya para anggota DPR dengan kenaikan BBM, pembentukan Undang-undang yang tidak berpihak kepada rakyat akan tetapi berpihak pada para pemilik/ penanam modal dengan contoh adanya UU Penanaman Modal juga terlibat kasus –kasus seperti korupsi dan tindak pidana lainnya, itu yang terungkap saja belum yang lainnya yang saya kira masih banyak lagi.

Mengapa Hal ini dapat terjadi?

Pertanyaan diatas mengapa hal ini dapat terjadi, setelah kita lihat dan pelajari kasus –kasus yang terjadi yaitu diakibatkan system yang rusak/ bobrok dimana mengakibatkan bobroknya diberbagai bidang termasuk lingkup dari para penguasa kita, dalam mengegolkan suatu Undang –undang mereka berfikir bermanfaat atau tidak bagi mereka atau para pemilik modal dibelakang mereka dimana dapat kita ambil contoh saja terkait dengan RUU Pornografi dan pornooaksi saja sampai saat ini belum kelar ataupun diundangkan padahal di lapangan kalangan umat Muslim sudah melakukan aksi supaya diundangkan karena melihat kenyataan sekarang bangsa sudah digerogoti dengan kerusakan moral, sedangkan Undang-undang tentang SDA, masalah listrik mereka cepat bertindak karena ada orang-orang tertentu yang meraup keuntungan tersebut yang tentunya mendukung dia dalam menjadi anggota DPR, mereka sudah tidak bertindak memikirkan rakyat sehingga apa yang seharusnya menjadi tugasnya tidak terlaksana. Oleh sebab itu agar bangsa Indonesia berubah dari kemelut /krisis segera berubah dengan melakukan perubahan system secara menyeluruh dengan tentunya menempatkan orang- orang yang ahli dibidangnya,

Sistem apa yang pantas?

Pertanyaan ini tentunya dapat kita jawab yaitu melihat realita yang ada dimana sekarang system liberalis yang kita pakai tidak membuat kita berubah malah terpuruk, orang –orang mengatakan kita sedang mengalami proses tetapi akan berap lama lagi kita menunggu proses yang berubah kearah kebaikan? Sementara kita lihat sendiri rakyat sekarang sudah sangat tercekik dengan kondisi yang terjadi, lalu kita bernostalgia dengan system sosialis yang mengalami masa jaya pada masanya Uni soviet tai setelah kita lihat sekarang system tersebut tidaklah sangat cocok bagi kita karena system tersebut tidak akan membawa perubahan yang hakiki bagi kita, lalu kita bertanya lagi apa yang seharusnya cocok?? Kita tentunya akan melirik dengan apa yang ditawarkan umat saat ini yaitu system yang menerapkan syariat Islam dimana telah kita lihat dalam konstek sejarah system ini mampu memberikan perubahan dan penerangan bagi umat Muslim dan juga umat lainnya sehingga tidak akan ada lagi kasus –kasus yang menjerat para pejabat nantinya baik ditingkat bawah maupun atas.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.